
Jonggol, Bogor – STIQ Ar-Rahman menggelar Studium Generale 1448 Hijriah bertema “Al-Qur’an sebagai Operating System Kehidupan: Dari Tadabbur Menuju Transformasi Karakter Mahasiswa Qur’ani” pada Kamis, 17 Muharram 1448 H, bertempat di Aula KHBN STIQ Ar-Rahman. Kegiatan ini menghadirkan KH. Dr. (H.C.) Bachtiar Nasir, Lc., M.M., Pendiri dan Pembina STIQ Ar-Rahman, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, KH. Bachtiar Nasir menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, dihafal, dan dipahami, tetapi harus dijadikan Operating System (OS) kehidupan yang mengarahkan cara berpikir, mengambil keputusan, beramal, hingga membangun peradaban. Menurut beliau, hidayah Al-Qur’an merupakan sistem petunjuk Allah yang harus dipahami, diamalkan, dan dioperasionalkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Beliau kemudian memperkenalkan konsep OSPT (Operating System Predictive Tadabbur), yaitu metode yang mengubah hasil tadabbur Al-Qur’an menjadi sistem hidup melalui pengambilan keputusan Qur’ani, muhasabah, amal nyata, pembentukan karakter, serta pembangunan peradaban. Konsep ini didukung dengan Engine V1, sebuah kerangka ilmiah untuk menggali hidayah Al-Qur’an secara sistematis sehingga menghasilkan pemahaman yang benar dan melahirkan perubahan perilaku.
Pada bagian penutup, KH. Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi hidayah yang bekerja dalam kehidupan. Hidayah harus berubah menjadi sistem hidup, sistem hidup melahirkan amal, amal dijaga dengan muwazabah, muwazabah membentuk karakter, dan karakter Qur’ani pada akhirnya akan melahirkan peradaban Qur’ani.
Beliau juga merangkum tahapan transformasi tersebut dalam satu alur yang utuh, yaitu: Tadabbur mencari hidayah, Engine V1 menggali hidayah, OSPT mengoperasionalkan hidayah, Jurnal OSPT melatih hidayah menjadi amal, muwazabah menjadikan amal sebagai karakter, dan karakter Qur’ani akan melahirkan peradaban Qur’ani.
Melalui Studium Generale ini, STIQ Ar-Rahman kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Tadabbur Al-Qur’an yang tidak hanya mencetak lulusan yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai sistem kehidupan. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi ulama, intelektual, dan pemimpin yang berkarakter Qur’ani serta mampu membangun peradaban Islam yang berlandaskan wahyu.
STIQ News
“Dari Tadabbur Menuju Transformasi.”

